Saya baru selesai baca buku tentang Kopassus yang diberi judul yang sama karya Ken Conboy,,,yg menarik adalah pernyataan dari Jenderal LB. Moerdani tentang pasukan khusus Amerika di saat itu yang bunyinya seperti ini :
"I asked the US, 'what will you teach us? You failed riding the island off Cambodia (during the 1975 Mayagues incident). You failed in rescuing the hostages in Iran and the Son Tay prison in Vietnam. Will you teach us about that?' The US government got mad, so there was no more US Special Force training during my time"
Mungkin pernyataan di atas ada benernya juga ya,,karena setelah berakhirnya perang dunia II,,Amerika sepertinya selalu gagal dalam melaksanakan operasi2 militer,,dan mungkin juga sampai sekarang ini,,banyak operasi2 militer yg belum tuntas![]()
Indonesia pada awal membentuk pasukan khusus lebih banyak belajar dari Jerman dan Inggris (dan Israel) yang lebih mengutamakan pengembangan skill personel jika dibandingkan Amerika yg terus dijejali dengan teknologi militer yg mutakhir tanpa diimbangi dng kemampuan personel yg mumpuni (no offence yah)
Mungkin juga itu sebabnya kalo doreng Tentara Indonesia mengadopsi doreng DPM Inggris dan kalo diamati hampir semua peralatan, gears, dan penampilan pasukan khusus spt Gultor Kopassus dan Denjaka Marinir pada awalnya sangat mirip seperti pasukan anti teror British SAS![]()
Ada opini??![]()


































Reply With Quote

Bookmarks